TARGET RIAU

Kepulauan Meranti

Nasional

Showbiz

Pasang iklan anda disini

Foto

Video

Selasa, 07 Juli 2026

Jejak Kepemimpinan Humanis AKP Jimmy Andre Tuai Pujian dalam Pisah Sambut Kapolsek Merbau


Suasana penuh haru dan kehangatan mewarnai acara pisah sambut (kenal pamit) Kapolsek Merbau Polres Kepulauan Meranti yang digelar di halaman Mapolsek Merbau, Senin (6/7/2026) malam. Pergantian kepemimpinan dari AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. kepada IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd. menjadi momentum emosional yang dihadiri jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, hingga seluruh personel Polsek Merbau. 

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Camat Merbau, lurah dan kepala desa, perwakilan PT Imbang Tata Alam (ITA), perwakilan RAPP, LAMR Kecamatan Merbau, organisasi kemasyarakatan, alim ulama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat. 

Momen yang paling menyentuh terjadi ketika Kanit Reskrim Polsek Merbau, IPDA Efrianto P., S.H., menyampaikan sambutan mewakili seluruh personel. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa hormat sekaligus kehilangan atas kepindahan AKP Jimmy Andre yang kini mendapat amanah baru sebagai Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranti. 

“Kami sebagai anak buah sangat berterima kasih kepada Komandan. Beliau membimbing kami dengan penuh kesabaran, selalu mengarahkan tanpa menyakiti hati anggotanya. Selama bertugas bersama beliau, tidak pernah sekalipun kami menerima kata-kata yang menyakitkan. Beliau adalah sosok pemimpin yang mengayomi,” ungkap Efrianto disambut tepuk tangan hadirin. 

Menurutnya, kepemimpinan AKP Jimmy Andre telah menciptakan suasana kerja yang harmonis dan penuh kekeluargaan. Ketegasan selalu dibarengi pendekatan humanis sehingga mampu membangun kekompakan seluruh personel Polsek Merbau. 

Ia pun mendoakan agar AKP Jimmy Andre sukses mengemban amanah di jabatan barunya, sekaligus mengucapkan selamat datang kepada IPTU Ahmad Fauzi Menara dengan harapan dapat melanjutkan kepemimpinan yang solid serta semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

Ucapan apresiasi juga datang dari Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati, S.E., M.Si. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi AKP Jimmy Andre selama bertugas di Kecamatan Merbau. 

Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polsek Merbau dan pemerintah kecamatan selama ini berjalan sangat baik. Berbagai kegiatan kemasyarakatan hingga upaya pemberantasan narkoba berhasil dilaksanakan melalui kerja sama yang erat. 

“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga semakin sukses menjalankan tugas yang baru. Kepada Kapolsek yang baru, kami mengucapkan selamat datang dan berharap dapat bersama-sama menjaga Kecamatan Merbau tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya. 

Kesan mendalam juga disampaikan Ketua LAMR Kecamatan Merbau, Syafruddin, S.Hum. Menurutnya, AKP Jimmy Andre merupakan figur pemimpin yang dekat dengan masyarakat, menghormati tokoh adat, serta mampu menjadi pelindung dan pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Terus terang kami merasa kehilangan. Beliau sangat menghargai masyarakat dan selalu hadir di tengah-tengah warga. Semoga semakin sukses di tempat tugas yang baru,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Merbau yang baru, IPTU Ahmad Fauzi Menara, S.Pd., dalam sambutan perdananya memperkenalkan diri sekaligus memohon doa serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik. 

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada AKP Jimmy Andre atas pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Polsek Merbau. 

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Merbau agar kami dapat melanjutkan pengabdian ini dengan sebaik-baiknya. Kepada Pak Jimmy Andre, saya mengucapkan selamat atas amanah baru. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas,” ucapnya. 

Dalam sambutan terakhirnya sebagai Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugasnya. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Merbau atas kebersamaan yang telah terjalin. Sebenarnya saya tidak meninggalkan Kepulauan Meranti, tetapi hanya melanjutkan pengabdian dengan amanah baru sebagai Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranti. Saya berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” tutur Jimmy Andre. 

Acara kenal pamit ditutup dengan pemberian cenderamata, sesi foto bersama, dan saling bersalaman. Suasana haru tampak tak terbendung ketika para personel dan tamu undangan melepas kepergian AKP Jimmy Andre, sosok pemimpin yang selama ini dikenal sederhana, humanis, dan dekat dengan masyarakat. 

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kecamatan Merbau.

Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan


JAKARTA – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI memasukkan kebijakan afirmatif bagi daerah kepulauan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan. 

Dalam audiensi bersama Panitia Khusus (Pansus) Daerah Kepulauan DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2026), Asmar menegaskan bahwa karakteristik wilayah kepulauan menyebabkan biaya pembangunan, logistik, dan pelayanan dasar di Kepulauan Meranti jauh lebih tinggi dibanding daerah daratan.

Audiensi tersebut dipimpin Ketua Pansus Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends, dan dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS H. Hendry Munief, M.B.A., Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Al Amin, S.Pd., M.M., Staf Ahli Bupati Randolph, S.Pi., M.Si., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bupati H. Asmar memaparkan kondisi objektif Kepulauan Meranti sebagai kabupaten termuda di Provinsi Riau yang baru berusia 17 tahun. Wilayah tersebut berada di pesisir timur Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

Kepulauan Meranti memiliki 12 pulau kecil yang terdiri atas lima pulau berpenghuni dan tujuh pulau tidak berpenghuni. Salah satunya, Pulau Rangsang, telah ditetapkan sebagai Pulau Kecil Terluar (PKT) sekaligus Kawasan Strategis Nasional Tertentu.

Menurut Asmar, kondisi geografis sebagai daerah kepulauan membuat seluruh mobilitas masyarakat bergantung pada transportasi laut. Dampaknya, biaya logistik menjadi tinggi, pembangunan infrastruktur lebih mahal, akses terhadap pelayanan dasar terbatas, dan kesempatan kerja masih rendah.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Kepulauan Meranti masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 20,51 persen pada 2025. Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Afirmasi 3TP Prioritas.

Di sisi fiskal, pemerintah daerah juga menghadapi tekanan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) tercatat mengalami penurunan rata-rata 14,8 persen sepanjang 2022–2026, sementara daerah kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp48 miliar akibat perubahan mekanisme penerimaan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).


Karena itu, Asmar berharap RUU Daerah Kepulauan mampu menjadi landasan lahirnya kebijakan afirmatif yang berpihak kepada daerah kepulauan.

"Kami berharap Kabupaten Kepulauan Meranti dapat ditetapkan sebagai Kabupaten Daerah Kepulauan dalam RUU Daerah Kepulauan. Regulasi ini menjadi harapan besar bagi masyarakat kami agar pembangunan, pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat dapat lebih diperhatikan," kata Asmar.

Ia juga menyampaikan pesan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar agar memperoleh kesempatan pembangunan yang setara dengan daerah lain.

"Salam dari masyarakat pulau terluar, dari desa-desa terpencil, serta anak-anak yang mendambakan pendidikan yang setara dengan daerah perkotaan. Mereka menitipkan harapan agar Meranti menjadi bagian dari kebijakan afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan demi terwujudnya masyarakat yang unggul, agamis, sejahtera, sekaligus mendukung Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Hendry Munief juga menyoroti berbagai persoalan yang masih dihadapi kabupaten-kabupaten kepulauan di Provinsi Riau, seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir, yang memiliki karakteristik sebagai wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, hingga tingginya harga kebutuhan pokok. Bahkan, kedekatan geografis dengan Malaysia dan Singapura membuat sebagian masyarakat bergantung pada negara tetangga, baik dalam aktivitas ekonomi maupun akses informasi.

Karena itu, Hendry mengusulkan agar RUU Daerah Kepulauan mengakomodasi skema affirmative spending, yakni kebijakan penganggaran yang memberikan alokasi dana lebih besar kepada daerah kepulauan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Terkait bagaimana perhatian dalam bentuk regulasi anggaran, kami mengusulkan agar sistemnya adalah affirmative spending, yaitu memberikan alokasi dana secara khusus dan lebih besar kepada kelompok atau wilayah tertentu yang dianggap tertinggal, kurang berkembang, atau memiliki keterbatasan struktural," ujar Hendry Munief.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Al Amin, berharap Kepulauan Meranti secara resmi ditetapkan sebagai daerah kepulauan dalam RUU Daerah Kepulauan.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi harapan besar masyarakat agar pembangunan di wilayah perbatasan dan kawasan 3T memperoleh perhatian yang lebih proporsional dari pemerintah pusat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Pansus Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends, menegaskan bahwa pembentukan Pansus bertujuan menyusun regulasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan wilayah kepulauan.

Menurut Mercy, berbagai masukan dari pemerintah daerah mengenai konektivitas antarwilayah, pemerataan infrastruktur, tingginya biaya logistik, penyediaan layanan dasar, hingga perlunya formula pendanaan yang lebih berpihak kepada daerah kepulauan akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan nasional sekaligus RUU Daerah Kepulauan.

Sabtu, 04 Juli 2026

Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Semangat Polri Presisi


Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di jajaran kepemimpinannya. Sebanyak empat pejabat strategis resmi berganti melalui Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Meranti, Sabtu (4/7/2026).

Pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri guna meningkatkan profesionalisme organisasi, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis.

Empat jabatan yang mengalami pergantian meliputi Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba, Kapolsek Merbau, dan Kapolsek Rangsang Barat.

Jabatan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti resmi diserahterimakan dari AKP Rumin Putra, S.H., M.H. kepada IPTU M. Iqbalul Fikri, S.Tr.K., S.I.K.. Sementara itu, jabatan Kasat Resnarkoba diserahterimakan dari IPTU M. Iqbalul Fikri, S.Tr.K., S.I.K. kepada AKP Jimmy Andre, S.H., M.H.

Di tingkat kepolisian sektor, jabatan Kapolsek Merbau yang sebelumnya dijabat AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. kini dipercayakan kepada IPDA Ahmad Fauzi Manara, S.Pd. Sedangkan jabatan Kapolsek Rangsang Barat diserahterimakan dari IPDA Ahmad Fauzi Manara, S.Pd. kepada IPDA Sukardi, S.I.P.

Prosesi sertijab berlangsung khidmat dan penuh makna. Diawali dengan penghormatan pasukan, pembacaan Surat Keputusan Kapolda Riau, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara sumpah, pakta integritas, hingga pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Ny. Esti Aldi Alfa, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, personel Polres Kepulauan Meranti, serta pengurus Bhayangkari.

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri. Selain menjadi bagian dari pembinaan karier, rotasi juga bertujuan meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus memberikan penyegaran agar pelaksanaan tugas semakin optimal.

Kapolres berharap para pejabat yang baru dilantik mampu segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, membangun sinergi bersama seluruh personel, serta memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas kepada masyarakat.

"Sertijab bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga bentuk kepercayaan pimpinan kepada personel untuk mengemban amanah yang lebih besar. Saya berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri, bekerja secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegas Kapolres.

Dengan bergabungnya para pejabat baru pada posisi strategis tersebut, Polres Kepulauan Meranti diharapkan semakin optimal dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan kualitas penegakan hukum, khususnya pada fungsi reserse kriminal dan pemberantasan narkoba, serta memperkuat pelayanan publik di wilayah hukum Polsek Merbau dan Polsek Rangsang Barat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam mewujudkan institusi Polri yang Presisi, profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.

Kamis, 02 Juli 2026

Ketua GP Ansor Meranti Raih Penghargaan Polri, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Pangan


Kepulauan Meranti – Ketua GP Ansor Kabupaten Kepulauan Meranti, Muttaqin, menerima penghargaan sebagai Penggerak Sabuk Kamtibmas Polri dan Ketahanan Pangan Polri di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dari Kepolisian Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran aktif GP Ansor dalam mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti melalui sinergi bersama Kepolisian dan berbagai elemen masyarakat.

Menanggapi penghargaan tersebut, Muttaqin menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh kader GP Ansor untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

"GP Ansor berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di sisi lain, kami juga siap mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kader GP Ansor akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, penguatan persatuan, pencegahan konflik, serta pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha produktif yang mendukung ketahanan pangan daerah.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri dan organisasi kepemudaan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, serta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ke depan, GP Ansor Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program-program ketahanan pangan demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti

Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti


MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Kepulauan Meranti di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, Ketua DPRD atau perwakilan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta para kepala OPD, camat, dan tamu undangan lainnya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH membacakan amanat Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam amanat tersebut, Presiden menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Polri sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Presiden menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, "80 Tahun Mengabdi Polri untuk Masyarakat", mencerminkan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tugas melindungi, mengayomi, melayani, serta menegakkan hukum secara profesional.

Menurut Presiden, tantangan Polri ke depan semakin kompleks seiring berkembangnya dinamika kejahatan dan tuntutan reformasi birokrasi. Karena itu, seluruh jajaran Polri diminta memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya hasil kerja Polri, tetapi buah sinergi seluruh elemen bangsa.


"Polri harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan. Keberhasilan menjaga situasi kamtibmas merupakan hasil kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Kapolres juga mengumumkan bahwa sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti akan menerima kenaikan pangkat pada 3 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, disiplin, integritas, dan pengabdian personel.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang ditandai pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polri selama delapan dekade. Tumpeng diserahkan kepada personel Polri tertua dan termuda sebagai bentuk penghormatan terhadap regenerasi dan pengabdian institusi.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polres Kepulauan Meranti.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Semoga Polri semakin profesional, modern, humanis, serta semakin dicintai masyarakat dalam mengemban amanah menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum," kata Asmar.

Ia menilai tema Hari Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan rasa aman serta pelayanan yang tulus.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polres Kepulauan Meranti dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, mendukung pelaksanaan pembangunan, serta membangun sinergi yang erat bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan dan keamanan hanya dapat dihadapi melalui kerja sama yang solid antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat.

"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus mendukung tugas-tugas Polri dengan menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga sinergi yang telah terjalin selama ini terus dipertahankan dan ditingkatkan demi mewujudkan Kepulauan Meranti yang aman, maju, sejahtera, dan berdaya saing," tutup Asmar.

Peringati Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Gelar Donor Darah Bersama Lintas Instansi


SELATPANJANG – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti, Selasa (30/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri Ketua Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Ny. Esti Aldi Alfa, jajaran Pejabat Utama Polres, pengurus Bhayangkari, personel Polres, serta perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya Imigrasi Selatpanjang, TNI AL Pos Selatpanjang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Meranti, KSOP Kelas IV Selatpanjang, dan unsur pengamanan perbankan.

Dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

"Kegiatan donor darah ini bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian Polri melalui aksi kemanusiaan. Setetes darah yang didonorkan hari ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi wujud kepedulian serta semangat kebersamaan dalam membantu sesama," ujar Kapolres.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik.

"Terima kasih kepada seluruh peserta dan instansi yang telah mendukung kegiatan ini. Sinergi yang terbangun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama. Semoga kolaborasi ini terus terjaga dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan harmonis di Kabupaten Kepulauan Meranti," tambahnya.

Pelaksanaan donor darah diawali dengan proses registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb), kemudian dilanjutkan dengan pengambilan darah oleh tim tenaga kesehatan sesuai standar medis.

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Kehadiran personel Polri bersama unsur TNI, instansi pemerintah, lembaga vertikal, dan mitra kerja menunjukkan kuatnya sinergitas lintas sektor dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta menjadi salah satu bentuk implementasi tema pengabdian Polri kepada masyarakat dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.(Humas Polres Meranti).

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti


PELALAWAN – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menandatangani Perjanjian Kerja Sama Program Penghargaan Desa Bebas Api bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Ruang Batam, Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/6/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Pulau Padang yang memiliki karakteristik lahan gambut dan sangat rentan terhadap kebakaran.

Kegiatan ini dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, SH mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza, Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Indra Rosadi, S.Pd.I., M.Si., jajaran Forkopimda, para Asisten, pimpinan OPD, kepala bagian, serta kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa persoalan karhutla merupakan tantangan yang terus berulang dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

"Wilayah Kepulauan Meranti, khususnya Pulau Padang, memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat rentan. Kecerobohan kecil maupun ego sektoral dalam pengelolaan lahan dapat menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat," ujarnya.


Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan apresiasi kepada PT RAPP yang secara konsisten menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Menurut Asmar, penghargaan Desa Bebas Api bukan sekadar perlombaan untuk memperoleh insentif, melainkan menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Program ini mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan, budaya gotong royong, serta budaya membuka lahan tanpa membakar. Mencegah jauh lebih murah, lebih mudah, dan lebih mulia daripada memadamkan," tegasnya.

Melalui kerja sama tersebut, Bupati Asmar meminta seluruh kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat Pulau Padang untuk mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), terus melakukan edukasi kepada warga, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan tim pemadam kebakaran perusahaan.

Ia juga berharap apabila desa berhasil mempertahankan status zero fire dan memperoleh penghargaan, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur maupun fasilitas publik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

"Menjaga kelestarian Pulau Padang adalah investasi bagi masa depan anak cucu kita. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus berjalan bersama. Sinergi tiga pilar inilah yang menjadi kunci keberhasilan mewujudkan Kepulauan Meranti bebas asap," katanya.

Sementara itu, Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza menjelaskan Program Desa Bebas Api telah dijalankan perusahaan sejak tahun 2015 dan terus berkembang hingga saat ini.


Di Pulau Padang sendiri terdapat 11 desa yang menjadi perhatian, sementara pada tahap kerja sama kali ini melibatkan dua desa, yakni Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar.

Ia menjelaskan, penentuan desa peserta dilakukan melalui pendekatan landscape dan analisis tingkat risiko kebakaran (fire risk), sehingga tidak semata-mata berdasarkan kedekatan dengan wilayah operasional perusahaan.

"Program ini tidak mungkin berhasil jika hanya dijalankan perusahaan. Dibutuhkan pendekatan yang holistik melalui kolaborasi pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat," ujarnya.

Wan Mohammad Jakh Anza mengatakan, selama musim kemarau berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, desa yang mampu mempertahankan kondisi tanpa kebakaran akan memperoleh penghargaan berupa program pembangunan senilai Rp100 juta.

Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan berada di luar anggaran Community Development (CD) perusahaan.

Selain itu, PT RAPP juga menjalankan berbagai program pendukung seperti sosialisasi bahaya kebakaran, peningkatan kesadaran masyarakat, pembentukan crew leader dari warga setempat sebagai penghubung antara masyarakat dan perusahaan, hingga bantuan pembukaan lahan tanpa bakar melalui metode mekanis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Menurutnya, Program Desa Bebas Api telah menjadi salah satu model pencegahan karhutla yang mendapat perhatian nasional. Bahkan, konsep tersebut pernah dijadikan studi oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam pengembangan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT RAPP berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu menjaga Pulau Padang tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan serta mewujudkan Kepulauan Meranti yang bebas asap.

Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla


PELALAWAN – Kapolres Kepulauan Meranti yang diwakili Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Desa Bebas Api antara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dilaksanakan di Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, PT RAPP, dan pemerintah desa dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Program Desa Bebas Api.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Danramil 06 Merbau Kapten Arh Efri Hardin Nasution, S.Sos., Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., para camat, KPH Selatpanjang, manajemen PT RAPP, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan Bupati Kepulauan Meranti, dilanjutkan sambutan dari perwakilan manajemen PT RAPP, Wan Muhammad Jakh Anza.


Dalam sambutannya, PT RAPP menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pencegahan karhutla melalui Program Desa Bebas Api yang mengedepankan pengelolaan lahan tanpa bakar sesuai ketentuan yang berlaku. Program tersebut dijalankan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan melalui kegiatan sosialisasi, patroli terpadu, pemantauan hotspot, pembangunan sarana pendukung, hingga pemberian insentif kepada desa yang berhasil menjaga wilayahnya bebas dari kebakaran.

Sebagai bentuk apresiasi, desa peserta yang berhasil mempertahankan wilayahnya bebas dari kebakaran lahan memperoleh penghargaan berupa bantuan senilai Rp100 juta untuk mendukung pembangunan desa.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolres Kepulauan Meranti melalui Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh upaya kolaboratif dalam pencegahan karhutla melalui penguatan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

"Dengan adanya kerja sama ini diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir. Polri akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti," ujarnya.

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Asmar dan Wabup Muzammil Hadiri Pelepasan Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing


KUANSING – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar bersama Wakil Bupati Muzamil Baharudin menghadiri pelepasan Pawai Ta'aruf dalam rangka pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (27/6/2026) pagi.

Pawai Ta'aruf secara resmi dilepas oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., didampingi Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto. Turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.

Ribuan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau ambil bagian dalam pawai tersebut, termasuk Kafilah Kabupaten Kepulauan Meranti yang tampil penuh semangat dan kekompakan.


Kontingen Kepulauan Meranti yang mengikuti Pawai Ta'aruf berjumlah 112 orang, terdiri dari peserta, pelatih, official, dan pendamping. Rombongan juga diperkuat oleh jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Dalam sambutannya, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyampaikan rasa hormat dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau.

"Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik serta menyambut seluruh tamu dengan penuh rasa kekeluargaan dan keramahan masyarakat Kuantan Singingi," ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar mengapresiasi semangat para peserta serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ.


"MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat nilai-nilai Islam dan membumikan Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat. Kami bangga bisa ikut berpartisipasi dan berharap Kepulauan Meranti dapat meraih hasil terbaik," kata H. Asmar.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Muzamil Baharudin berharap MTQ menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antardaerah.

"Kami mendukung penuh pelaksanaan MTQ ke-44 ini dan mendoakan semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah," ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kepulauan Meranti Khalid Ali, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti Misyanto, Sekretaris Daerah Sudandri Jauzah, staf ahli, para asisten, kepala OPD, camat, serta masyarakat yang ikut memeriahkan Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau.

Sabtu, 27 Juni 2026

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80


MERANTI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, AIPDA Nanda, bersama Pemerintah Desa Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove.

AIPDA Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi.


"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan.

Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.


Pemerintah Desa Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pasang iklan anda disini

Android

Kesehatan

Teknologi